Blog

Memulai karir baru saat usia sudah lanjut, bisakah?

April 2, 2020
/
eco friendly , health and beauty
Memulai karir baru saat usia sudah lanjut, bisakah? image

Mungkin pernah muncul pertanyaan seperti ini di kepala anda ketika hendak memutuskan untuk
meninggalkan karir di kantor saat memasuki usia akhir 30an. Daripada banyak berteori, mending
mimin share kisah-kisah yang menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu.
Yang pertama adalah desainer terkenal Vera Wang.
Siapa wanita yang tidak pernah mendengar nama Vera Wang? Perancang gaun ternama, yang sudah
merambah dunia internasional. Saat ini, karyanya kerap kali digunakan oleh selebriti papan atas
Hollywood. Vera Wang memulai bisnis di bidang fashion ini di usia 40 tahun. Awalnya, Ia bercita-cita
menjadi seorang pemain ice skating. Bahkan, Ia sempat mengikuti perlombaan US Figure Skating
Championships pada tahun 1968. Sayangnya, Vera gagal dalam perlombaan ini, hingga akhirnya
memutuskan untuk banting setir masuk ke dalam dunia fashion. Setelah usai menempuh pendidikan
di Sarah Lawrence College, Ia direkrut menjadi editor di majalah Vogue. Hal tersebut ditekuninya
selama 17 tahun, kemudian pada tahun 1987, Ia memilih memutuskan untuk keluar, dan bergabung
dengan Ralph Lauren selama 2 tahun. Saat usianya genap 40 tahun, Vera memutuskan untuk keluar
dari Ralph Lauren. Ia memilih untuk mencoba membuat gaun pernikahan dengan label namanya
sendiri. Siapa sangka, bisnis yang dimulainya di usia 40 tahun ini berakhir sukses. Gaun buatannya
dikenal dan disukai oleh banyak selebriti papan atas.
Kemudian ada nama Kawasaki Shozo.
Kawasaki Shozo, adalah pendiri dari Kawasaki Heavy Industries, perusahaan manufaktur dari Jepang
yang memproduksi motor, kapal, robot, alat berat, dan masih banyak lagi. Namun, tahukah kalian,
jika Kawasaki mendirikan perusahaannya ini ketika sudah berusia 59 tahun? Lahir dari keluarga
penjual kimono, menuntun Kawasaki untuk juga berjualan kimono di usianya yang saat itu masih 17
tahun. Ia mencoba menawarkan kimono jualannya ini ke luar kota Nagasaki. Berhasil mendapat
pesanan dari Osaka, namun Ia menerima kabar bahwa kapal yang mengangkut barangnya ini
tenggelam akibat badai. Hingga akhirnya, Ia memutuskan untuk bergabung dengan sebuah
perusahaan gula di tahun 1869. Banyaknya kasus hancur dan tenggelamnya kapal akibat badai laut,
membuat Kawasaki memiliki ketertarikan untuk mempelajari hal tersebut. Sampai akhirnya, Ia juga
mempelajari teknologi membuat kapal dari Amerika dan Eropa, yang Ia percaya lebih kuat dari
teknologi buatan Jepang. Hingga akhirnya, pada tahun 1876, dibantu dengan sahabatnya, Kawasaki
mendirikan Kawasaki Tsukiji. Kemudian berganti nama menjadi Kawasaki Heavy Industries saat Ia
meninggal. 3.
Yang ketiga, Henry Nestle.
Henry Nestle, pendiri dari Nestle. Perusahaan yang memproduksi susu kental manis, bubur bayi, dan
masih banyak lagi. Henry adalah seorang ahli kimia yang lahir di Jerman, dan tinggal di Swiss. Saat
itu, di Swiss banyak bayi yang meninggal akibat ibunya tidak mampu memberikan ASI. Permasalahan
ini, memicu Henry untuk melakukan sebuah penelitian agar dapat menemukan makanan
pendamping, bagi bayi yang berkekurangan gizi. Hasil penelitiannya ini berhasil, dan bisa digunakan
untuk menyelamatkan banyak nyawa bayi. Pada tahun 1874, Nestle menciptakan susu kental manis.
Produknya ini bersaing dengan perusahaan serupa, yaitu Anglo Swiss. Inovasi tiada henti, membuat
Nestle berhasil menciptakan susu kental manis rasa cokelat. Penemuan barunya ini, membuat Anglo
Swiss memutuskan untuk juga bergabung ke dalam perusahaan Nestle. Ia berhasil meraih
kesuksesannya ini tepat di usia ke 52 tahun.

Tiga tokoh di atas, berhasil membuktikkan bahwa usia bukanlah penghalang bagi kalian yang baru
akan memulai bisnis atau karir di usia lanjut. Yang penting semangat dan pantang menyerah.
Selamat mencoba!

dari telah membeli
sekitar lalu