Blog

Menerapkan Gaya hidup Hidup sehat pada sendiri, apakah cukup?

Menerapkan Gaya hidup Hidup sehat pada sendiri, apakah cukup? image

Hidup sehat memang dimulai dari diri sendiri, tapi apakah lingkungan sekitar kita juga mempengaruhi? Menurut Kementerian Kesehatan, derajat kesehatan seseorang ditentukan oleh 40 persen faktor lingkungan, 30 persen faktor perilaku, 20 persen pelayanan kesehatan, dan 10 persen genetika atau keturunan. Nah, artinya kita nggak bisa hanya mengandalkan hidup sehat sendiri tapi juga harus memperbaiki lingkungan sekitar kita. Misalnya Kanker, banyak perubahan material di lingkungan, yang bisa menimbulkan penyakit kanker misalnya pembakaran sampah plastik yang mengandung polyvinylchlorude (PVC) dan pencemaran bahan-bahan kimia lainnya yang dapat menjadi pemicu kanker.



Masalah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari sering kita anggap sepele. Padahal, kontribusi lingkungan dalam mewujudkan derajat kesehatan merupakan hal yang esensial di samping masalah perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan dan faktor keturunan. Lingkungan memberikan kontribusi terbesar terhadap timbulnya masalah kesehatan masyarakat.

Salah satu faktor dalam lingkungan yang menyebabkan aspek-aspek kesehatan manusia terganggu dan munculnya penyakit adalah tingkat pendidikan masyarakat di suatu daerah tempat mereka tinggal. Faktor pendidikan dapat mempengaruhi respon masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya.

Pada umumnya masyarakat cenderung memperhatikan kesehatan sewaktu mereka merasakan daya tahan tubuh mereka menurun. Adapun indikator kesehatan yang cukup menarik untuk diamati antara lain adalah angka kematian bayi, angka kesakitan dan pemenuhan gizi. Derajat kesehatan penduduk dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti budaya, gaya hidup, tingkat pendidikan, tingkat kesejahteraan, dan lain-lain.

Faktor budaya berkaitan dengan kebiasaan penduduk pada umumnya misal; kebiasaan mencampurkan tempat tinggal dengan tempat binatang ternak, sampah yang dibuang sembarangan, penggunaan air sungai sebagai sumber air bersih.


Sedangkan gaya hidup menyangkut perubahan perilaku yang massal akibat masuknya nilai-nilai baru yang dianggap modern seperti merokok, minum-minuman keras, makan makanan “fastfood” yang sebenarnya kebiasaan tersebut merupakan gaya hidup yang kurang sehat, atau lebih mendatangkan penyakit.

Berbagai indikator permasalahan kesehatan tersebut harus ditindaklanjuti dengan tegas. Harus ada kerjasama antara pemerintah sebagai penyelenggara negara dan masyarakat untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. Upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat luas serta perlu memberikan pengertian dan kesadaran pada masyarakat tentang manfaat serta pentingnya fasilitas pelayanan kesehatan tersebut untuk meningkatkan dan memulihkan kesehatan.

Adapun upaya yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah merubah perilaku dan pola pikir yang kurang baik, serta mau belajar. Kebanyakan masyarakat menilai bahwa seseorang dapat dikatakan berilmu dilihat dari tingkat pendidikan formalnya, padahal tingkat pendidikan seseorang itu bukan hanya dilihat dari pendidikan formal saja, namun juga dari pendidikan non formal. Sehingga, antara pendidikan formal dan non-formal harus saling mendukung. 


Pendidikan kesehatan di masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai lembaga dan organisasi masyarakat, baik dalam bentuk kampanye, penyuluhan, pelatihan, dan sebagainya. Adapun hasil dari pendidikan kesehatan tersebut, yaitu dalam bentuk perilaku yang menguntungkan kesehatan atau berguna bagi kesehatan. Yuk , kita bergerak bersama mengkampanyekan hidup sehat di seluruh lini masyarakat agar kualitas hidup bangsa Indonesia meningkat!

 

dari telah membeli
sekitar lalu