Blog

Apa itu Hiperpigmentasi ?

August 21, 2018
Apa itu Hiperpigmentasi ? image

Apa itu Hiperpigmentasi? Faktor Penyebab Hiperpigmentasi 

Selain jerawat, noda hitam juga seringkali membuat kita menjadi kurang percaya diri. Noda hitam atau hiperpigmentasi muncul karena adanya penumpukan zat melanin yaitu pigmen yang berperan dalam pemberian warna pada kulit seseorang.

Banyak dari kita menyalahkan matahari sebagai penyebab munculnya noda hitam. Tapi tahukah kamu, ternyata ada beberapa faktor lain yang juga menjadi penyebab munculnya noda hitam di wajahmu.

Salah satunya adalah jerawat, ya jerawat memang masih menjadi musuh terbesar kulit kita. Jerawat yang muncul pada kulit seringkali tidak hilang sempurna dan malah meninggalkan bekas berupa noda hitam. 

Faktor lainnya adalah polusi, untuk melawan kerusakan akibat paparan polutan di udara yang masuk ke dalam kulitmu, sel-sel kulit akan memproduksi antioksidan dan melanin berlebih sehingga terbentuklah noda hitam pada permukaan kulit.

Terakhir adalah menggaruk. Menggaruk kulit yang gatal akibat gigitan nyamuk, terkena rumput, atau hal lainnya dapat memicu mekanisme pertahanan kulit, salah satunya adalah pembentukan melanin. Maka dari itu, lawan lah keinginanmu untuk menggaruk karena bisa berujung pada noda hitam.

3 Tipe Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi merupakan kondisi munculnya noda atau bercak gelap pada kulit akibat produksi melanin yang berlebih pada tubuh. Penyebabnya beragam, namun umumnya terjadi akibat exposure pada sinar matahari yang berlebih. Untuk mengatasinya dengan perawatan yang tepat, kita perlu mengetahui apa saja tipe-tipe dari hiperpigmentasi.

1. Melasma. Disebabkan oleh fluktuasi hormon dan normal terjadi di masa kehamilan, dapat juga menjadi efek samping dari obat-obatan yang bersifat terapi hormon.

2. Lentingines. Dikenal juga sebagai age spots, yang umumnya ditemukan pada 90% orang berusia lanjut akibat proses aging.

3. Post-inflammatory hyperpigmentation (PIH). Terjadi akibat adanya luka atau radang seperti jerawat, psoriasis, atau eksim yang menimbulkan bekas bercak berwarna gelap.

Setelah mengenal jenis-jenis hiperpigmentasi, kini kamu bisa menanganinya dengan tepat dan sesuai. Namun yang pasti, selalu lindungi kulitmu dari paparan sinar matahari langsung

Mencegah Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi bukanlah suatu hal yang terjadi dalam waktu singkat. Oleh karena itu, sebaiknya pencegahan dilakukan sejak dini. Cara-cara yang dapat dilakukan antara lain:

  • Gunakan krim pencerah (brightening) yang dapat memperlambat produksi melanin yang dapat memunculkan noda kelap pada kulit. Gunakan krim pencerah dengan bahan-bahan alami untuk menghindari bahan-bahan kimia yang justru dapat memperparah kondisi kulitmu.

  • Hindari sinar matahari langsung, terutama di jam 10 pagi hingga jam 4 sore. Radiasi ultraviolet sangat tinggi di jam tersebut. Ketika beraktivitas diluar ruangan, sebaiknya gunakan sunscreen atau pelindung sinar matahari seperti topi atau syal.

  • Minum air putih dengan cukup setiap harinya. Permasalahan pada kulit kita sebagian besar diakibatkan oleh kulit yang tidak terhidrasi dengan baik. Minum air putih dengan cukup (minimal 8-10 gelas per hari) akan membantu kulitmu tetap terhidrasi.

Hiperpigmentasi Saat Hamil? Normalkah?

Sering dengar cerita ibu hamil yang tiba-tiba memiliki bercak atau bintik hitam di kulitnya? Sebenarnya, normalkah itu?

Bercak atau noda hitam bisa saja muncul pada ibu hamil, kondisi tersebut merupakan salah satu bentuk hyperpigmentation dengan jenis melasma. Melasma muncul karena adanya perubahan hormon pada ibu hamil yang merangsang produksi melanin dalam tubuh. Melasma ditandai dengan bercak gelap di sekitar wajah atau di bagian lain yang sering mengalami gesekan seperti sisi dalam paha dan ketiak. Sering juga melasma muncul menyerupai bentuk masker wajah sehingga seringkali disebut sebagai topeng kehamilan (chloasmagravidarum).

Namun ibu hamil tidak perlu khawatir, melasma biasanya hilang setelah melahirkan. Untuk menjaga kulit tetap terlindungi selama masa kehamilan, ibu hamil dapat menggunakan resep-resep alami yang diusapkan pada kulit seperti, jus lemon, cuka apel, kunyit, bawang bombay, sari lidah buaya, oatmeal, almond, horseradish atau wasabi, pepaya, dan juga bubuk cendana.

Setelah mengenal jenis-jenis hiperpigmentasi, kini kamu bisa menanganinya dengan tepat dan sesuai. Namun yang pasti, selalu lindungi kulitmu dari paparan sinar matahari langsung yaa..

Picture by Freepik

 

dari telah membeli
sekitar lalu